Peaky Blinders: The Immortal Man

2 bulan ago · Updated 2 bulan ago

By order of the Peaky Blinders. Enam kata yang selama sembilan tahun  dari 2013 hingga 2022  berhasil membuat jutaan penonton di seluruh dunia merinding setiap kali diucapkan. Tommy Shelby dan keluarganya, dengan topi datar khas mereka yang menyimpan silet di pinggirnya, telah menjadi salah satu ikon budaya paling kuat dalam sejarah serial televisi Inggris.

Peaky Blinders, serial produksi BBC yang diciptakan oleh Steven Knight, bukan hanya drama kejahatan biasa. Ia adalah eksplorasi yang dalam dan puitis tentang ambisi manusia, trauma perang, kesetiaan keluarga, dan harga dari kekuasaan. Dengan Cillian Murphy sebagai Thomas "Tommy" Shelby yang ikonik, serial ini membangun mitologi yang begitu kaya sehingga berakhirnya enam musim di BBC pada 2022 terasa seperti kehilangan yang sungguh nyata bagi para penggemarnya.

Namun kabar baik itu akhirnya tiba dalam bentuk yang paling menggembirakan: Peaky Blinders akan kembali, kali ini bukan sebagai serial televisi melainkan sebagai film layar lebar penuh. Berjudul The Immortal Man, film ini dijadwalkan tayang di Netflix pada 20 Maret 2026, dengan rilis bioskop terbatas yang lebih awal mulai 6 Maret di lokasi-lokasi pilihan.

Dengan pemeran yang diperkuat oleh wajah-wajah baru berkaliber dunia seperti Barry Keoghan, Rebecca Ferguson, dan Tim Roth bergabung bersama Cillian Murphy yang kembali sebagai Tommy Shelby dan sejumlah wajah familiar dari serial aslinya  serta setting yang ambisius di tengah kekacauan Perang Dunia II, The Immortal Man menjanjikan untuk menjadi kisah yang paling epik dalam sejarah waralaba Peaky Blinders.

Artikel ini adalah panduan komprehensif untuk semua yang perlu Anda ketahui tentang film ini: dari sejarah panjang perjalanannya dari layar kecil ke layar lebar, detail tanggal rilis dan cara menontonnya, profil mendalam para pemain baru yang bergabung, analisis plot berdasarkan trailer dan pernyataan resmi, hingga tanda-tanda tentang apa yang menanti semesta Peaky Blinders setelah film ini.

Sejarah: Dari Jalanan Birmingham ke Layar Dunia

Lahirnya Sebuah Legenda

Untuk memahami betapa besar momentumnya film ini, kita perlu kembali ke awal. Peaky Blinders pertama kali mengudara di BBC Two pada September 2013. Serial ini didasarkan pada gang jalanan sungguhan yang memang pernah menghiasi (atau lebih tepatnya menghantui) jalanan Birmingham di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 — gang yang dikenal dengan sebutan Peaky Blinders, konon karena mereka menjahit silet di pinggiran topi rata mereka untuk digunakan sebagai senjata.

Dalam interpretasi Steven Knight, kisah ini dimajukan ke era setelah Perang Dunia I, dengan Tommy Shelby sebagai veterang perang yang trauma namun ambisius, memimpin keluarganya dari bisnis bawah tanah menuju kekuasaan politik dan ekonomi yang semakin luas. Pendekatan Knight yang sangat sinematik, dengan sinematografi bergaya film noir dan soundtrack yang menggabungkan musik blues, folk, dan rock kontemporer, segera membedakan serial ini dari drama periode lainnya.

Perjalanan epik Peaky Blinders dari serial BBC pertama kali tayang 2013 hingga film Netflix yang dijadwalkan rilis Maret 2026 — lebih dari satu dekade bercerita tentang keluarga Shelby.

Enam Musim yang Membentuk Mitologi

Dari season pertama yang berfokus pada ekspansi bisnis keluarga Shelby di Birmingham pasca-Perang Dunia I, serial ini berkembang menjadi narasi yang semakin luas dan kompleks. Season dua dan tiga membawa Tommy ke arena politik nasional, dengan manipulasi, pengkhianatan, dan aliansi berbahaya yang mencakup dari penjahat London hingga bangsawan Inggris. Season empat dan lima mengeksplorasi pengaruh Mafia Amerika dan kebangkitan fasisme Eropa yang menakutkan sebagai ancaman baru.

Season enam, yang pertama kali tayang di BBC pada 2022 sebelum hadir di Netflix, menjadi penutup yang penuh dengan konfrontasi personal Tommy dengan kematian, dengan warisan keluarga, dan dengan setan-setan yang telah menghantuinya sejak lama. Musim ini berakhir dengan cara yang memungkinkan sebuah babak baru sekaligus menutup sebuah siklus cerita dengan memuaskan.

Selama enam musim ini, Cillian Murphy membangun salah satu penampilan karakter paling ikonik dalam sejarah televisi Inggris. Tommy Shelby adalah karakter yang tidak mudah untuk disukai namun sangat sulit untuk tidak terpesona: seorang pria yang dirusak oleh perang namun dimotivasi oleh kecintaannya pada keluarga, seorang pemimpin yang kejam namun strategis, seorang jiwa yang hancur yang membangun kerajaannya dari puing-puing.

Perjalanan Panjang Menuju Film

Ide tentang film Peaky Blinders pertama kali disebutkan secara publik oleh Steven Knight dalam sebuah wawancara dengan Variety pada Januari 2021, bahkan sebelum season enam selesai ditayangkan. Ini menunjukkan bahwa visi Knight untuk melanjutkan cerita dalam format film sudah ada jauh sebelum serial berakhir secara resmi.

Pada saat itu, Knight menggambarkannya sebagai sebuah ide yang sudah memiliki "awal, tengah, dan akhir" — bukan sekadar ekstensi serial, melainkan sebuah narasi yang berdiri sendiri dengan kesimpulannya sendiri. Ia juga mengisyaratkan bahwa film tersebut bisa melahirkan proyek-proyek turunan, entah dalam format film atau serial baru, yang akan terus mengeksplorasi dunia Peaky Blinders.

Konfirmasi resmi produksi datang pada Juni 2024, dengan pengumuman bahwa film tersebut akan menjadi sebuah "bab eksplosif dalam kisah Peaky Blinders — tanpa batas, Peaky Blinders penuh dalam kondisi perang." Syuting dimulai pada September 2024 di Birmingham — kota yang secara historis dan emosional menjadi jantung dari seluruh kisah ini — dan selesai pada 13 Desember 2024, sebuah jadwal produksi yang relatif cepat untuk sebuah film berskala besar.

Tanggal Rilis dan Cara Menonton

Rilis Netflix: 20 Maret 2026

Netflix telah secara resmi mengonfirmasi bahwa Peaky Blinders: The Immortal Man akan tayang di platform streaming global mereka pada 20 Maret 2026. Ini adalah tanggal yang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh jutaan penggemar serial di seluruh dunia — termasuk di Indonesia, di mana Peaky Blinders memiliki basis penggemar yang loyal dan sangat bersemangat.

Sebagai konten Netflix original (dalam hal ini, konten yang diproduksi untuk Netflix setelah platform tersebut mengakuisisi hak global atas waralaba Peaky Blinders), film ini akan tersedia untuk ditonton langsung setelah rilis tanpa perlu menunggu antara rilis bioskop dan streaming. Ini adalah keuntungan signifikan bagi penonton di seluruh dunia yang tidak memiliki akses ke bioskop yang menayangkan versi theatrical.

Rilis Bioskop Terbatas: 6 Maret 2026

Bagi mereka yang ingin merasakan Tommy Shelby di layar lebar sebelum film hadir di Netflix, ada opsi rilis bioskop terbatas yang dimulai lebih awal: 6 Maret 2026. Detail lokasi bioskop mana saja yang akan menayangkan versi theatrical ini belum diumumkan secara lengkap pada saat artikel ini ditulis, tetapi mengingat besarnya profil film ini, kemungkinan besar bioskop-bioskop di kota-kota besar dunia — termasuk di beberapa kota besar Asia — akan ikut serta.

Rilis bioskop yang mendahului rilis Netflix selama dua minggu menciptakan sebuah "momen eksklusif" bagi penonton yang ingin menjadi yang pertama menyaksikan film ini. Dalam konteks industri hiburan modern di mana boundary antara film bioskop dan konten streaming semakin kabur, strategi hybrid ini semakin umum digunakan untuk memaksimalkan jangkauan dan pendapatan sekaligus.

Fakta-fakta kunci Peaky Blinders: The Immortal Man — semua informasi penting yang perlu Anda ketahui dalam satu pandangan, dari tanggal rilis hingga status produksi terkini.

Pemeran: Wajah Lama dan Bintang-Bintang Baru yang Memukau

Pemeran utama Peaky Blinders: The Immortal Man — Cillian Murphy kembali sebagai Tommy Shelby, ditemani oleh pendatang baru berkaliber dunia Barry Keoghan, Rebecca Ferguson, dan Tim Roth.

Cillian Murphy: Sang Tommy Shelby yang Tak Tergantikan

Tidak ada Peaky Blinders tanpa Cillian Murphy, dan tidak ada yang bisa membantah fakta tersebut. Murphy, yang memenangkan Academy Award untuk perannya dalam Oppenheimer (2023), kembali mengenakan topi datar ikonik Tommy Shelby untuk terakhir kalinya dalam The Immortal Man.

Murphy mengkonfirmasi keterlibatannya dengan pernyataan yang menyentuh: "Tampaknya Tommy Shelby belum selesai dengan saya. Sangat memuaskan untuk kembali berkolaborasi dengan Steven Knight dan Tom Harper dalam versi film dari Peaky Blinders. Ini adalah persembahan untuk para penggemar." Pernyataan ini mengandung nuansa yang dalam — "Tommy Shelby belum selesai dengan saya" mengisyaratkan bahwa peran ini memiliki daya tarik yang bahkan Murphy sendiri tidak bisa sepenuhnya jelaskan secara rasional.

Dalam trailer yang sudah dirilis, Murphy tampil dengan penuh kemegahan sebagai Tommy yang lebih tua namun tidak kalah berbahaya. Kalimat dalam synopsis trailer — "Tommy Shelby tidak pernah ditakdirkan untuk menjadi pria biasa yang fana" — memberikan petunjuk bahwa film ini akan mengeksplorasi dimensi hampir mitis dari karakter Tommy, sosok yang tampaknya lebih besar dari kehidupan itu sendiri, yang telah melewati begitu banyak kematian dan kehancuran namun selalu bangkit kembali.

Barry Keoghan: Bintang Paling Misterius

Penambahan Barry Keoghan ke dalam cast The Immortal Man adalah salah satu pengumuman yang paling mengejutkan dan paling menggiurkan. Keoghan, yang meledak secara internasional melalui penampilannya dalam Saltburn (2023) dan sebelumnya dalam The Banshees of Inisherin (2022), adalah salah satu aktor muda paling berbakat dan paling menarik perhatian di generasinya.

Karakter yang dimainkan Keoghan masih sangat dirahasiakan. Namun berdasarkan gaya akting Keoghan yang dikenal sangat internasional dalam menampilkan karakter-karakter yang intense, tidak dapat diprediksi, dan sering kali gelap secara psikologis, bisa dipastikan bahwa kehadirannya akan memberikan dimensi baru yang menarik pada dinamika karakter dalam The Immortal Man. Apakah ia akan menjadi sekutu, musuh, atau sesuatu yang lebih kompleks bagi Tommy Shelby, adalah salah satu misteri terbesar yang akan terjawab pada 20 Maret.

Foto-foto pertama Barry Keoghan di set yang berlokasi di Birmingham sempat beredar dan memperlihatkan aktor ini dengan kostum era 1940-an yang autentik. Sosoknya terlihat sedikit unkempt dan misterius — cocok dengan estetika visual Peaky Blinders yang selalu menghadirkan karakter-karakter dengan bayangan kegelapan di balik penampilan mereka.

Rebecca Ferguson dan Tim Roth: Kedalaman yang Berlipat

Rebecca Ferguson adalah penambahan cast yang memperkuat sisi feminin — dan kemungkinan juga sisi antagonis — dalam The Immortal Man. Ferguson, yang dikenal dari Mission: Impossible series, The Greatest Showman, dan Dune, adalah aktris yang memiliki kemampuan untuk tampil dengan otoritas dan misteri sekaligus. Dalam semesta Peaky Blinders, karakter perempuan selalu memiliki kompleksitas dan kekuatan yang tidak kalah dari karakter laki-lakinya — dari mendiang Helen McCrory sebagai Polly Gray hingga Sophie Rundle sebagai Ada Shelby.

Tim Roth, veteran akting Inggris yang sudah memiliki karier panjang sejak era Reservoir Dogs Quentin Tarantino, membawa pengalaman dan gravitas yang tak ternilai. Roth dikenal sebagai aktor yang sangat selektif dalam memilih peran, yang membuat keputusannya untuk bergabung dengan The Immortal Man menjadi sinyal kuat tentang kualitas naskah dan ambisi proyek ini.

Steven Knight tidak mau mengungkap terlalu banyak tentang peran keduanya, hanya menyebutkan bahwa daftar pemeran film ini "luar biasa" dan bahkan menyebut ada lebih banyak nama besar yang belum diumumkan yang akan membuat penonton tercengang. "Mindblowing," kata Knight — pernyataan yang tentunya membuat antisipasi semakin memuncak.

Wajah-Wajah Familiar yang Kembali

Di antara pemeran yang kembali dari serial aslinya, Stephen Graham sebagai Hayden Stagg adalah penambahan yang sangat disambut. Graham adalah salah satu aktor paling dihormati di Inggris saat ini, dan karakternya dalam serial meskipun tidak sepanjang karakter utama, meninggalkan kesan yang mendalam. Knight sendiri memuji kehadiran Graham di set dengan kata-kata: "Kami memiliki, saya pikir, aktor-aktor Inggris terbaik semua dalam satu tempat, termasuk Stephen."

Sophie Rundle kembali sebagai Ada Thorne (nee Shelby), saudara perempuan Tommy yang selalu menjadi suara nurani keluarga Shelby. Kehadiran Ada dalam cerita yang berlatar belakang Perang Dunia II sangat relevan, mengingat karakter ini selalu digambarkan sebagai sosok yang peduli pada dampak sosial dan politik dari tindakan keluarganya.

Ned Dennehy sebagai Charlie Strong, Packy Lee sebagai Johnny Dogs, dan Ian Peck sebagai Curly juga kembali — trio karakter pendukung yang sering memberikan warna komedi gelap dan kehangatan emosional di antara kekerasan dan intrik yang dominan dalam narasi Peaky Blinders.

 

Pemeran Karakter Status Keterangan
Cillian Murphy Tommy Shelby Kembali Peran utama, pemeran terkonfirmasi
Barry Keoghan Belum diungkap Baru Karakter misterius, sangat diantisipasi
Rebecca Ferguson Belum diungkap Baru Kemungkinan antagonis atau sekutu penting
Tim Roth Belum diungkap Baru Veteran akting, pilihan selektif
Stephen Graham Hayden Stagg Kembali Pujian tinggi dari Steven Knight
Sophie Rundle Ada Thorne Kembali Saudara perempuan Tommy
Ned Dennehy Charlie Strong Kembali Karakter pendukung ikonik
Packy Lee Johnny Dogs Kembali Karakter pendukung ikonik

Daftar pemeran terkonfirmasi Peaky Blinders: The Immortal Man — perpaduan antara wajah-wajah familiar yang kembali dengan bintang-bintang baru berkaliber internasional.

 

Plot: Tommy Shelby Melawan Dunia yang Terbakar

Sinopsis Resmi Netflix

Setting Birmingham tahun 1940 di tengah Perang Dunia II — kota yang dibom Jerman namun tetap berdetak dengan kehidupan underground yang dipimpin Tommy Shelby dari balik bayang-bayang.

Sinopsis resmi yang dirilis Netflix berbunyi: "Birmingham, 1940. Di tengah kekacauan Perang Dunia II, Tommy Shelby didorong kembali dari pengasingan yang ia pilih sendiri untuk menghadapi perhitungan yang paling destruktif dalam hidupnya.

"Dengan masa depan keluarga dan negara yang dipertaruhkan, Tommy harus menghadapi setan-setannya sendiri, dan memilih apakah akan mengonfrontasi warisannya, atau membakarnya hingga rata dengan tanah. By order of the Peaky Blinders..."

Sinopsis ini penuh dengan lapisan makna. Frasa "pengasingan yang ia pilih sendiri" menunjukkan bahwa sejak akhir season enam, Tommy telah menghilang secara sukarela dari dunia yang ia kenal — kemungkinan karena kombinasi dari trauma personal, kelelahan moral, dan mungkin ancaman dari musuh-musuh yang belum terselesaikan. Frasa "perhitungan yang paling destruktif" mengisyaratkan bahwa konflik yang akan dihadapi Tommy dalam film ini akan melampaui skala apa pun yang pernah ia hadapi sebelumnya.

Setting Perang Dunia II: Pilihan yang Berani

Salah satu keputusan naratif yang paling berani dan paling menarik dari The Immortal Man adalah setting-nya di tengah Perang Dunia II. Dalam enam musim serial, Tommy Shelby sudah melewati trauma Perang Dunia I (yang menjadi latar belakang psikologis dari seluruh karakternya), kebangkitan fasisme Eropa di akhir 1930-an, dan berbagai krisis politik dan ekonomi di antara keduanya. Menempatkan klimaksnya di era WWII adalah langkah yang secara logika naratif sangat konsisten.

Steven Knight kepada Netflix saat syuting dimulai

"Saya sangat senang melihat kamera-kamera mulai berputar untuk babak baru dari kisah Peaky Blinders, yang berlatar Perang Dunia II. Negara ini sedang berperang, dan tentu saja, begitu juga Peaky Blinders kita."

 

Knight juga menjelaskan kepada Deadline tentang mengapa setting WWII lebih tepat untuk sebuah film daripada untuk season ketujuh serial: "Saya mungkin tidak melakukan ini untuk season 7; saya mungkin akan membawanya mendekati perang tetapi karena ini adalah film, maka saya rasa kita perlu semacam perubahan gigi." Ini adalah pengakuan yang menarik tentang bagaimana medium yang berbeda — serial vs. film — mempengaruhi pilihan naratif.

Perang Dunia II memberikan latar yang ideal untuk klimaks kisah Tommy Shelby. Kota Birmingham sendiri mengalami blitz — pemboman intensif oleh Jerman — selama 1940-1941. Dalam konteks perang yang memporak-porandakan seluruh tatanan sosial, moral, dan hukum yang ada, seorang pria seperti Tommy Shelby — yang sudah terbiasa beroperasi di zona abu-abu antara legalitas dan kejahatan — akan menghadapi situasi yang sekaligus memberinya peluang dan ancaman eksistensial.

Tema Sentral: Warisan, Identitas, dan Keabadian

Judul The Immortal Man adalah petunjuk yang sangat besar tentang tema sentral film ini. Dalam trailer, ada kalimat yang disebut dalam synopsis: "Tommy Shelby tidak pernah ditakdirkan untuk menjadi pria biasa yang fana." Ini bukan sekadar kalimat dramatis — ini adalah pertanyaan filosofis yang mendalam tentang apa artinya menjadi "tak fana" dalam konteks seseorang seperti Tommy Shelby.

Tommy telah melewati begitu banyak momen yang seharusnya membunuhnya — secara harfiah maupun secara metaforis. Ia telah kehilangan orang-orang yang ia cintai, mengkhianati prinsip-prinsipnya sendiri, dan menghadapi kondisi-kondisi yang menghancurkan jiwa. Namun ia selalu bangkit. Apakah "keabadian" ini sebuah anugerah atau sebuah kutukan? Dan bagaimana seseorang yang demikian memilih antara melanjutkan warisan yang penuh darah atau membebaskan diri dari bebannya?

Pilihan yang disebutkan dalam sinopsis — "memilih apakah akan mengonfrontasi warisannya, atau membakarnya hingga rata dengan tanah" — menunjukkan bahwa film ini akan membawa Tommy ke titik paling fundamental dari perjalanan karakternya. Ini bukan lagi tentang bisnis, kekuasaan, atau bertahan hidup. Ini tentang siapa Tommy Shelby sejatinya, dan apa yang akan ia tinggalkan untuk dunia setelah ia tiada.

Trailer dan Materi Promosi: Apa yang Sudah Kita Lihat

Trailer Pertama yang Akhirnya Tiba

Setelah penantian yang panjang, trailer resmi pertama untuk Peaky Blinders: The Immortal Man akhirnya dirilis. Dan berdasarkan respons komunitas penggemar yang langsung meledak di berbagai platform media sosial, trailer tersebut tidak mengecewakan.

Trailer memperlihatkan Tommy Shelby dalam kondisi yang terlihat berbeda dari yang kita kenal: lebih tua, lebih lelah, tetapi tidak kurang berbahaya. Ada adegan-adegan yang menunjukkan Birmingham dalam kondisi perang — asap, puing-puing, cahaya kemerahan dari kebakaran. Ada kilasan karakter-karakter baru yang misterius. Dan ada Tommy, berdiri di tengah semua kekacauan itu, dengan tatapan yang sudah sangat akrab: kalkulatif, dingin, dan sepenuhnya dalam kendali meskipun dunia di sekelilingnya runtuh.

Sinematografi yang terlihat dalam trailer mempertahankan estetika visual yang sudah menjadi trademark Peaky Blinders — pencahayaan yang dramatis dengan kontras tinggi, warna-warna gelap yang hanya sesekali dipecah oleh kilatan cahaya keemasan atau merah. Tom Harper, yang sebelumnya mengarahkan beberapa episode serial ini, kembali menjadi sutradara dan tampak sangat memahami bagaimana mempertahankan identitas visual yang konsisten sambil mengangkatnya ke skala sinematik yang lebih besar.

Analisis Kalimat Kunci: "Not Destined to Be a Mortal Man"

Kalimat yang muncul dalam synopsis trailer — "Tommy Shelby tidak pernah ditakdirkan untuk menjadi pria biasa yang fana" — telah memancing banyak spekulasi di komunitas penggemar tentang arah yang akan diambil film ini.

Beberapa penggemar menginterpretasikan ini secara harfiah, menduga bahwa film akan mengeksplorasi elemen-elemen supranatural atau setidaknya simbolisme keabadian yang lebih eksplisit. Yang lain melihatnya lebih metaforis: Tommy sebagai figur yang sudah menjadi legenda, yang eksistensinya sudah melampaui dimensi manusia biasa.

Yang lebih menarik adalah implikasinya untuk resolusi karakter: jika Tommy "bukan pria fana biasa," bagaimana kisahnya bisa berakhir? Apakah The Immortal Man akan memberikan penutupan yang benar-benar final untuk Tommy Shelby, atau justru akan membukanya menuju interpretasi yang lebih terbuka tentang keberlangsungan legendanya?

Di Balik Layar: Steven Knight, Tom Harper, dan Visi Artistik

Steven Knight: Sang Arsitek Semesta Peaky Blinders

Steven Knight adalah otak dan jiwa di balik seluruh semesta Peaky Blinders. Penulis skenario, produser eksekutif, dan pencipta waralaba ini memiliki visi yang sangat koheren tentang dunia yang ia bangun — sebuah dunia di mana sejarah nyata Inggris menjadi kanvas untuk eksplorasi kondisi manusia yang paling universal.

Cara Knight mendekati penulisan skenario untuk The Immortal Man mencerminkan filosofi kreatifnya yang khas. Dalam sebuah wawancara dengan Deadline, ia menggambarkan pendekatannya: "Ketika saya menulis apa pun, khususnya Peaky, saya cenderung tidak memiliki rencana kecuali sesuatu yang sangat, sangat luas." Ini adalah pengakuan mengejutkan dari penulis serial sepopuler Peaky Blinders — bahwa kreativitas terbaik lahir bukan dari perencanaan yang kaku, melainkan dari keberanian untuk membiarkan karakter menuntun cerita mereka sendiri.

Knight juga menekankan bahwa ia memperlakukan film ini sebagai chapter tersendiri yang memiliki "gear change" dibandingkan dengan serial — bukan kelanjutan linier yang sekadar memperpanjang apa yang sudah ada, melainkan sebuah peningkatan dramatis dalam skala, ambisi, dan resonansi emosional.

Proses Produksi: Birmingham sebagai Jiwa

Pemilihan Birmingham sebagai lokasi syuting utama bukan keputusan logistik semata — ini adalah keputusan artistik yang fundamental. Birmingham adalah karakter dalam kisah Peaky Blinders sama seperti Tommy Shelby sendiri. Jalanan-jalanan kota ini, aura industrialnya, hubungannya dengan kelas pekerja Inggris, dan posisinya di tengah berbagai perubahan sejarah besar — semua ini adalah DNA dari apa yang membuat Peaky Blinders autentik secara emosional.

Syuting di Digbeth Loc Studios di Birmingham dan di St Helens sekitar kawasan Pilkington Watson Street Works memberikan dimensi visual yang tidak bisa direplikasi di mana pun. Para kru yang sudah berpengalaman dari serial aslinya membawa keakraban dengan "bahasa visual" Peaky Blinders yang memungkinkan transisi yang mulus dari medium serial ke medium film.

Jadwal produksi yang relatif cepat — September hingga Desember 2024, sekitar tiga bulan — adalah indikasi betapa efisiennya tim produksi yang sudah sangat berpengalaman dengan dunia ini. Knight menyebut bahwa seluruh crew memiliki pemahaman mendalam tentang estetika dan tuntutan emosional dari Peaky Blinders, yang memungkinkan pengambilan keputusan kreatif yang cepat di lapangan.

Masa Depan Semesta Peaky Blinders: "It Is Not Over"

Janji Knight: Kisah Ini Tidak Berakhir

Satu pertanyaan yang selalu menghantui para penggemar Peaky Blinders sejak konfirmasi film ini pertama kali muncul: apakah The Immortal Man akan menjadi penutup definitif dari seluruh saga? Apakah ini benar-benar akhir dari Tommy Shelby dan dunianya?

Jawabannya, berdasarkan berbagai pernyataan Steven Knight di berbagai kesempatan, adalah tidak. Setidaknya, tidak secara total.

Steven Knight dalam wawancara dengan Times Radio, Desember 2024

"Nah, menarik Anda menanyakan pertanyaan itu karena film ini akan keluar dan itu tidak akan menjadi akhir. Itu tidak akan menjadi akhir, begitulah saya mengatakannya. Saya tidak mengatakan tidak ada yang terjadi."

 

Pernyataan ini, yang disertai dengan kehati-hatian Knight untuk tidak mengungkap terlalu banyak, jelas menunjukkan bahwa semesta Peaky Blinders memiliki kehidupan yang lebih panjang dari The Immortal Man. Namun dalam bentuk apa? Itu adalah pertanyaan yang masih menjadi misteri.

"Someone Will Pop Out": Misteri Terbesar

Dalam sebuah wawancara dengan Esquire pada 2022, Knight memberikan petunjuk yang sangat menarik tentang apa yang mungkin terjadi dalam film dan apa yang bisa mengikutinya: "Film ini, saya tahu persis tentang apa. Dan saya tahu dua cerita yang akan dikisahkannya. Bagaimana cerita akan terungkap, saya tidak tahu. Apa yang akan terjadi setelah itu, saya ingin bergantung pada filmnya. Sepanjang yang kita tahu, seseorang akan muncul — saya pikir saya tahu siapa itu."

"Seseorang akan muncul" adalah frasa yang sangat provokatif dalam konteks Peaky Blinders. Siapa yang dimaksud? Apakah ini karakter dari season sebelumnya yang kembali dengan cara yang mengejutkan? Apakah ini karakter baru yang kemudian akan menjadi protagonis dari proyek spin-off? Atau apakah ini sesuatu yang lebih radikal — misalnya anggota generasi berikutnya dari keluarga Shelby yang mengambil alih warisan keluarga?

Komunitas penggemar telah berspekulasi panjang lebar tentang ini. Salah satu teori yang paling populer adalah bahwa salah satu karakter yang dianggap sudah mati di serial mungkin tidak benar-benar mati — Peaky Blinders memiliki sejarah panjang dengan "kematian palsu" yang kemudian terungkap. Teori lain menunjuk pada anak-anak dari karakter-karakter utama yang sudah cukup dewasa untuk mengambil peran sentral dalam cerita baru.

Format Kelanjutan: Film atau Serial?

Knight juga telah mengisyaratkan bahwa kelanjutan dari semesta Peaky Blinders tidak harus dalam format yang sama. Dalam komentar awalnya di Variety pada 2021, ia menyebut kemungkinan "show-show TV lainnya" yang bisa lahir dari film — bukan spin-off dalam pengertian yang biasa, melainkan cerita baru yang mengeksplorasi aspek-aspek berbeda dari dunia yang sama.

Ini membuka kemungkinan yang sangat menarik: apakah kita bisa melihat serial yang berfokus pada karakter-karakter selain Tommy Shelby? Atau serial yang berlatar era berbeda misalnya menelusuri sejarah gang Peaky Blinders yang sesungguhnya di akhir abad ke-19? Atau bahkan proyek yang berlatar di Birmingham kontemporer namun masih terhubung dengan warisan keluarga Shelby?

Dengan Netflix sebagai mitra produksi yang memiliki kepentingan besar dalam memaksimalkan IP (Intellectual Property) yang terbukti populer ini, kemungkinan pengembangan lebih lanjut dari semesta Peaky Blinders sangat besar. Netflix telah terbukti sangat efektif dalam membangun dan mempertahankan franchise dari konten orisinal mereka, dan Peaky Blinders adalah salah satu IP paling kuat yang mereka miliki.

Mengapa The Immortal Man Layak Sangat Ditunggu

Momentum yang Sempurna

Timing dari The Immortal Man terasa sangat tepat dari berbagai sudut pandang. Cillian Murphy baru saja memenangkan Oscar untuk Oppenheimer — sebuah ironi yang indah bahwa aktor yang paling dikenal dengan peran Tommy Shelby berhasil mendapatkan pengakuan tertinggi Hollywood bukan karena Peaky Blinders, namun justru kemenangan Oscar tersebut membawa lebih banyak perhatian global ke seluruh portofolio Murphy termasuk karyanya di Peaky Blinders.

Barry Keoghan sedang berada di puncak momentum kariernya setelah Saltburn dan The Banshees of Inisherin menjadikannya salah satu aktor paling diperbincangkan di dunia. Rebecca Ferguson terus mempertahankan profilnya sebagai aktris A-list dengan kemampuan lintas genre. Tim Roth masih memiliki otoritas dan kredibilitas yang tidak perlu dipertanyakan. Kombinasi ini menjadikan The Immortal Man sebagai salah satu film dengan ensemble cast yang paling impresif yang pernah dihasilkan oleh produksi Inggris.

Skala dan Ambisi yang Belum Pernah Ada

Selama enam musim, Peaky Blinders adalah serial yang luar biasa tetapi tetap dalam batasan yang inheren pada format televisi — anggaran per episode, waktu per episode, dan ritme produksi yang berbeda dari film. The Immortal Man memungkinkan Steven Knight dan Tom Harper untuk mewujudkan visi yang selama ini mungkin terbatas oleh kendala-kendala format serial.

Latar Perang Dunia II menambahkan skala epik yang belum pernah ada sebelumnya. Birmingham yang dibom, peta Eropa yang terbakar oleh perang, pertarungan antara kekuatan-kekuatan jahat yang jauh lebih besar dari gangster lokal — semua ini memberikan ruang bagi cerita yang beroperasi di level yang jauh lebih besar dari apa yang mungkin dalam serial.

Sebuah Penutupan yang Layak, atau Awal yang Baru?

Pada akhirnya, mungkin itulah daya tarik terbesar dari The Immortal Man: ambiguitasnya. Apakah ini penutupan atau pembukaan? Tommy Shelby: The Immortal Man mungkin akan memberikan jawaban yang memuaskan untuk satu pertanyaan — apa akhir yang layak bagi seorang Tommy Shelby — sambil membuka pintu bagi pertanyaan baru yang lebih besar tentang dunia yang ia tinggalkan.

Dalam sejarah sinema, karya terbaik sering kali adalah yang berhasil melakukan keduanya secara bersamaan: memberikan kepuasan yang nyata sekaligus meninggalkan ruang bagi imajinasi penonton untuk terus berlanjut. Berdasarkan semua yang kita ketahui tentang Steven Knight sebagai penulis, tentang Cillian Murphy sebagai aktor, dan tentang dunia yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade ini, ada alasan yang sangat kuat untuk percaya bahwa The Immortal Man akan menjadi salah satu film Inggris terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Kesimpulan: By Order of the Peaky Blinders

Peaky Blinders: The Immortal Man adalah bukan sekadar film. Ia adalah peristiwa budaya yang sudah lama dinantikan oleh jutaan penggemar di seluruh dunia. Setelah enam musim serial yang membangun salah satu mitologi fiksi paling kaya dalam sejarah televisi Inggris, Tommy Shelby akhirnya mendapatkan panggung yang sebesar ambisinya: layar lebar, setting perang dunia, dan pemeran yang tidak kurang dari legenda.

20 Maret 2026 bukan sekadar tanggal rilis sebuah film. Ini adalah hari di mana dunia akan menyaksikan apakah Tommy Shelby benar-benar tak fana — atau apakah bahkan legenda terbesar pun akhirnya harus menghadapi batas dari kemanusiaannya. By order of the Peaky Blinders.

FAQ Peaky Blinders: The Immortal Man

1. Kapan film Peaky Blinders: The Immortal Man tayang?

  • Netflix: 20 Maret 2026

  • Bioskop terbatas: 6 Maret 2026

2. Apakah ada trailer resmi?

  • Ya, trailer penuh telah tersedia di YouTube, menampilkan Tommy Shelby kembali dalam aksi epik di Birmingham 1940.

3. Siapa yang kembali dari serial asli?

  • Cillian Murphy (Tommy Shelby), Sophie Rundle (Ada Thorne), Stephen Graham (Hayden Stagg), Ned Dennehy (Charlie Strong), Packy Lee (Johnny Dogs), Ian Peck (Curly).

4. Siapa wajah baru yang bergabung di film ini?

  • Barry Keoghan, Rebecca Ferguson, dan Tim Roth, masing-masing dengan peran yang masih dirahasiakan.

5. Di era kapan film ini berlatar?

  • Birmingham, 1940, di tengah Perang Dunia II.

6. Apa tema utama film ini?

  • Warisan keluarga, identitas, trauma, kekuasaan, dan pertanyaan tentang “keabadian” karakter Tommy Shelby.

7. Apakah film ini penutup cerita Peaky Blinders?

  • Tidak sepenuhnya. Steven Knight menegaskan dunia Peaky Blinders akan terus berlanjut, kemungkinan dalam format film atau serial lain.

8. Di mana syuting dilakukan?

  • Digbeth Loc Studios, Birmingham, dan St Helens, Inggris.

9. Siapa kreator dan sutradara film ini?

  • Steven Knight (kreator & penulis), Tom Harper (sutradara).

10. Mengapa film ini sangat ditunggu?

  • Kombinasi cast legendaris dan bintang baru berkaliber dunia, skala epik Perang Dunia II, dan narasi yang memperluas warisan Peaky Blinders.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Go up